Ullath pela Wassu - sumber bron: Muhammad Fikri Ansori

PELA WASSU

Sumber bron:  Muhammad Fikri Ansori  -  vrijdag 4 april 2014 om 2:44  - https://www.facebook.com/notes/anak-cucu-beilohy-amalatu/profil-negeri-Ullath/229999837208079

Pela persekutuan dengan Wassu diikat pada abad ke-17 sekitar tahun 1670. Faktor terjadinya pela persekutuan antara Ullath dengan Wassu yang notabene berbeda pulau adalah terjadinya sebuah perang. Perang Ullath melawan pasukanVereenigde Oostindische Compagnie bersenjata modern yang ingin memonopoli Cengkeh yang mana Ullath pada masanya adalah salah satu negeri penghasil Cengkeh. Dengan keadaan yang tidak seimbang, pasukan Ullath hampir kalah oleh pasukan Vereenigde Oostindische Compagnie bersenjata modern, dalam keadaan genting itulah kapitan Ullath memutuskan untuk mengadakan sayembara kepada negeri-negeri di Saparua dan Haruku mengenai siapa saja yang dapat membantu Ullath melawan Vereenigde Oostindische Compagnie akan diberi hadiah berupa pundi-pundi emas dan perak. Saat itulah kapitan Timisela dari Wassu menyanggupi sayembara dan datang bersama pasukan dari negeri Wassu di pulau Haruku ke Ullath. Di Ullath, mereka berperang melawan Vereenigde Oostindische Compagniedengan hasil terjadi perjanjian damai antara persekutuan Ullath-Wassu dengan Vereenigde Oostindische Compagnie. Isi perjanjian damai itu, sbb:

  1. Vereenigde Oostindische Compagnie tidak akan memonopoli perdagangan Cengkeh di negeri Ullath dan Wassu
  2. Vereenigde Oostindische Compagnie tidak akan ikut campur urusan dalam negeri baik negeri Ullath maupun negeri Wassu
  3. Vereenigde Oostindische Compagnie dan Ullath-Wassu sepakat menanggung beban kerugian sendiri-sendiri dan tidak saling menuntut
  4. Orang Ullath yang berdiam di tiga wilayah lama yaitu ItaliliAmelhatu dan Amahani pindah ke pantai ke kampung baru yang sekarang dikenal sebagai Ullath. Yang mana kampung baru itu berdiri di wilayah bernama Yalesi yang berarti batas.
  5. Orang Ullath menerima injil dan menjadi pemeluk agama Kristen pertama di pulau Saparua

Setelah perjanjian damai terjadi, orang Ullath sangat berterima kasih kepada orang Wassu yang telah sangat baik mau membantu mereka. Akhirnya tepat tahun 1670 orang Ullath dan Wassu resmi dipersatukan oleh sebuah sumpah Pela yang sangat sakral secara adat orang Maluku. Jenis pela antara Ullath dan Wassu yaitu pela perang atau pela minong darah (Bahasa Indonesia : Minum darah) dan pela tampa siri (Bahasa Indonesia : Tempat Sirih) sekaligus. 

Do you have more info? click here - membuat/membaca komentar tindis di sini - reacties geven/lezen klik hier     

faam-Maluku-achternamen